Taking too long? Close loading screen.

Kesalahan-Kesalahan yang perlu diperhatikan dan Tips membuat Email Marketing yang tepat !

Kesalahan-Kesalahan yang perlu diperhatikan dan Tips membuat Email Marketing yang tepat !

 

Haii DKM’ers..

Banyak Kesalahan pada email marketing yang tidak kamu sadari saat menggunakan-nya. Oleh karna itu kita akan membahas, apasih kesalahan itu? Dan bagaimana cara membuat konten email marketing supaya dibaca dan tidak dianggap spam? Agar Customer tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang produk tersebut.

Menggunakan email marketing sebagai media promosi tentu sangatlah menarik. Akan tetapi, bila email marketing yang Anda kirimkan tidak benar dan malah membuat kesalahan, justru itulah yang berbahaya. Hal ini karena bisa saja dengan Anda melakukan kesalahan dalam email marketing membuat konsumen Anda enggan untuk menerima kembali email marketing yang Anda kirim. Atau bahkan akan dianggap spam dan di blok. Tentu itu malah merugikan Anda sebagai marketer karena sudah kehilangan subscribe untuk bisnis yang Anda lakukan. Maka dari itu ada beberapa hal dan kesalahan yang perlu anda ketahui terlebih dahulu.

Hal yang perlu Anda ketahui sebelum membuat email marketing :

  1. Preheader Text

Preheader Text  adalah ringkasan isi email yang mengikuti subject line dalam preview yang di tampilkan di inbox. biasanya digunakan untuk sedikit memberi bocoran isi email sebelum seseorang membukanya.

Tanpa Anda sadari ternyata menyisipkan beberapa preheader text di email marketing agar menuju ke halaman website bisnis Anda sangatlah mengganggu beberapa konsumen Anda. Terlebih lagi bila membuat HTML yang justru membingungkan konsumen. Periksa kembali email marketing yang Anda lakukan, apakah preheader text terlalu banyak atau HTML yang Anda buat tidak benar dan membingungkan konsumen sebelum anda mengirim-nya.

  1. Subjek Email

Subjek email  merupakan salah satu pemicu orang mau membuka email yang Anda kirim. Subjek email ini bisa kita artikan sebagai judul dari sebuah email. Sama hal nya dengan sebuah artikel. Sepintas memang terlihat sangat sepele bila subjek email dikaitkan sebagai kesalahan dalam email marketing. Tetapi, apakah Anda tahu bila pemilihan kata pada subjek email tidak tepat, itu dapat membuat email marketing Anda masuk dalam kategori SPAM pada email konsumen Anda. Artinya, bila masuk pada folder SPAM kemungkinan sangat kecil untuk email marketing Anda dibaca dan diketahui oleh konsumen.

Sebagai solusinya , Coba Cek kembali kata seperti apa yang menjadikan email marketing Anda masuk ke dalam folder SPAM. Bisa saja, Anda menggunakan kata SALE yang justru itu malah membuat email marketing Anda dikategorikan SPAM. Bila sudah demikian, carilah kata yang berbeda namun memiliki makna yang sama dengan SALE, itu bisa menjadi solusi untuk Anda.

  1. Email Blasting

Email blast adalah istilah yang digunakan untuk aktivitas mengirimkan email kepada banyak penerima pada waktu bersamaan. Mengirimkan email secara massal itu memang keuntungan dari menggunakan email marketing, tetapi email blast yang Anda lakukan bisa sangat berbahaya jika tidak terkontrol.

Bayangkan saja, bila konsumen menerima email blast lebih dari 3 kali dalam sehari, bagaimana reaksi konsumen Anda? kesal, risih atau terganggu? Sepertinya ketiga kata tersebut terangkum dalam satu situasi yang membuat konsumen kecewa dan ingin berhenti untuk berlangganan dengan email marketing Anda. Cobalah kontrol dan atur traffic email marketing Anda agar tidak membuat konsumen Anda kecewa.

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan ketika melakukan pemasaran melalui email marketing :

Pada saat ini, bukan menjadi sebuah rahasia lagi jika pemasaran melalui email dapat bekerja dengan sangat maksimal jika anda menggunakannya secara benar. Sebenarnya, 80% pembeli lebih suka berinteraksi dengan para retailer melalui email dan dengan ROI (Return on Investment) yang lebih besar, Namun sayangnya, terlepas dari banyaknya manfaat dari pemasaran melalui email, masih banyak beberapa pebisnis yang melakukan kesalahan ketika melakukan pemasaran melalui email. Berikut adalah beberapa kesalahan paling umum yang dilakukan ketika melakukan pemasaran melalui email marketing

  • Lupa untuk Memperkenalkan Diri

Pemasaran melalui email menawarkan cara yang efektif untuk mengenalkan merek Anda kepada para pelanggan lama dan pelanggan baru. Setelah Anda mengirim penawaran melaui email kepada mereka, maka kontak pertama adalah kesempatan terbaik yang harus dilakukan oleh Brand Anda untuk memulai percakapan reguler. Hal ini dikarenakan pada saat ini para konsumen mengharapkan untuk menerima email pengenalam, atau pesan ucapan terima kasih yang mendasar, paling tidak, pemasaran-nya setara dengan tujuan terbuka – namun terlalu sering kesempatan tersebut terlewatkan. Sebenarnya, 14% Brand tidak mengirimkan pesan (welcome emails), dengan hal ini mereka kehilangan kesempatan yang tersedia untuk membantu keterlibatan calon pelanggan. Dan untuk dampak terbaiknya, pastikan “Welcome Email” Anda memiliki baris subjek yang menarik yang menonjol dari seperti ajakan untuk bertindak yang jelas bagi penerimanya; dan memastikan bahwa pesan Anda telah dioptimalkan untuk smartphone .

  • Membombardir Pelanggan dengan Konten yang Membosankan

Newsletters telah lama menjadi bahan pokok pemasaran email, newsletters menawarkan kesempatan bagi sebuah brand untuk memberikan informasi perkembangan terbaru dari produk anda dan beberapa penawaran menarik mereka. Namun, terlepas dari hal tersebut, ternyata hanya sekitar seperempat pebisnis merasa bahwa newsletter menjadi sarana komunikasi yang efektif. Sebagian alasan mengapa hal ini mungkin berasal dari kurangnya newsletter yang ditargetkan dan dipersonalisasi. Beberapa penelitian sendiri menemukan bahwa 92% mengirimkan newsletter yang diikuti oleh penawaran, banyak di antaranya digambarkan oleh pelanggan sebagai hal yang tidak relevan atau tidak sesuai. Hal Ini harus diperbaiki. Jika digunakan dengan benar dan tertuju dengan baik, konten yang dipersonalisasi, dan penawaran pada waktu yang tepat maka newsletter dapat menjadi sebuah hal penting antara pelanggan dan brand Anda. Melalui konten yang dinamis, informatif dan juga menghibur maka para pelanggan akan dengan senang hati membuka email pemasaran dari Anda.

  • Tidak Melakukan Closing

Misalnya, Seorang pelanggan berjalan ke toko dan melihat isinya sebelum mengambil barang, membawanya ke antrian check-out dan kemudian tiba-tiba menjatuhkan-nya dan berjalan keluar dari toko. Ini akan menjadi pemandangan aneh di dunia nyata, tapi di dunia maya (online) hal ini merupakan kejadian yang sangat umum terjadi. Cart yang terbengkalai terjadi karena sejumlah alasan – mulai dari pelanggan yang terganggu hingga masalah situs web – namun tidak berarti transaksi penjualan hilang. Mengirim pengingat tentang Cart yang ditinggalkan bisa sangat efektif dalam mendorong pelanggan untuk kembali ke situs Anda dan menyelesaikan penjualan, namun hampir 60% retailer gagal menindak lanjut peluang emas ini. sementara email pemberitahuan harus secara insentif dikirimkan kepada pelanggan untuk kembali ke situs Anda, tidak harus sampai memberikan diskon besar-besaran agar mereka kembali. Kirimkan notifikasi apa pun dari produk yang direkomendasikan melalui informasi garansi, hal ini dapat membantu memacu kunjungan kembali yang membuat bisnis Anda lebih baik.

  • Tidak meminta feed-back

Sama seperti dalam hubungan apa pun, bila menyangkut komunikasi antara brand dan pelanggan, harus terdapat komunikasi dua arah. karena itulah meminta umpan balik (feedback) setelah melakukan pembelian adalah hal yang bijaksana (selama Anda bersedia bertindak berdasarkan feedback mereka). Mengirimkan Email pasca pembelian adalah cara mudah untuk menunjukkan bahwa Anda peduli dan menghargai pendapat pelanggan Anda. Namun, hampir setengah dari perusahaan tidak mengirim apapun. Manfaat lain dari meminta feedback dari pelanggan pasca pembelian adalah Anda akan mengetahui kekurangan dan kelebihan dari Brand yang dimiliki sehingga Anda dapat melakukan improvisasi secara berkala agar bisnis anda dapat maksimal.

  • Terlalu Banyak Mengirimkan Pesan

Konsistensi adalah hal yang sangat penting. Jika Anda tidak konsisten dengan email Anda, baik itu mengganti gaya tulisan tanpa melakukan research atau terlalu banyak mengirimkan pesan dalam satu hari, hal ini dapat membingungkan para pelanggan Anda. Perusahaan mengirimkan rata-rata empat email pemasaran per minggu, namun lebih pada kualitas, bukan kuantitas-nya.

4 Tips Cara membuat konten Email Marketing :

Terdapat beberapa kemungkinan kesalahan yang terjadi ketika mengirim email marketing kepada pelanggan, seperti adanya typo, tampilan yang tidak nyaman pada mobile devices, link yang tidak mengarah ke halaman yang tepat, dan sebagainya. Kesalahan tersebut biasanya disebabkan oleh faktor human error. Beberapa tips berikut akan membantu untuk mencegah dan meminimalisir kesalahan ketika mengirim email marketing. Kesalahan sekecil apapun pada email dapat mengganggu isi konten dan desain email yang bagus.

1. Periksa penulisan pada draft email

Ketika membuat email, periksa kembali penulisan pada draft Kesalahan yang berawal pada draft, biasanya akan berkelanjutan pada akhir email. Kami sarankan memeriksa ejaan pada setiap kata untuk menghindari typo. Atau, minta bantuan orang lain membaca draft email tersebut. Biasanya orang lain justru menemukan kesalahan-kesalahan penulisan yang masih terlewat.

2. Cek ulang email subjek

Kami sarankan untuk melakukan pengecekan pada ejaan dan panjang karakter dari subjek email. Email subjek biasanya terdiri dari 40 karakter, termasuk spasi. Apabila email subyek terlalu panjang, kemungkinan akan terpotong jika email dibuka melalui mobile devices.

3. Lakukan pengiriman email tes

Sebaiknya lakukan pengiriman email tes ke tim perusahaan untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan penulisan, atau mengecek bagaimana tampilan email pada desktop maupun mobile devices.
Email tes idealnya dikirim 24 jam sebelum waktu pengiriman ke pelanggan, sehingga masih ada waktu untuk melakukan perbaikan jika terdapat kesalahan. Mail Targetmemiliki fitur send test email button yang akan mengirimkan email tes ke alamat email kita sendiri, agar kita dapat mengecek ulang email yang akan dikirim ke pelanggan.

4. Periksa daftar kontak penerima email

Cek kembali apakah daftar kontak penerima email telah sesuai. Suatu kesalahan fatal apabila email salah kirim. Mail Target telah meminimalisir potensi salah kirim ini dengan fitur pelabelan pada daftar kontak. Cukup dengan mengelompokan pelanggan pada label sesuai kebutuhan, kemudian pilih label tersebut pada recipient email.

 

Email marketing tidak akan hilang meskipun jaman sudah sangat maju dan penelitian menunjukkan bahwa Email marketing akan bertahan lama. Semoga setelah membaca artikel tentang kesalahan yang dilakukan ketika menggunakan Email Marketing ini dapat membuat anda memahai dan menghindari kesalahan tentang Email Marketing. Untuk itu konsultasi-kan lebih lanjut mengenai bisnis anda..

Baca Juga :

  1. Pengertian, Kelebihan, dan Strategi Email Marketing
  2. Pengertian Customer Service dan Pentingnya untuk menigkatkan bisnis Anda
  3. Pengertian dan Keunggulan Digital Marketing
  4. Digital Branding
  5. Pengertian Logo, Fungsi Logo, Jenis & Aspek Logo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *